ஜ۩۞۩ஜஜ۩۞۩ஜஜ۩۞۩ஜஜ۩۞۩ஜஜ۩۞۩ஜஜ۩۞۩ஜ

I Love My Religon, My Family, and My Girl


ஜ۩۞۩ஜஜ۩۞۩ஜஜ۩۞۩ஜஜ۩۞۩ஜஜ۩۞۩ஜஜ۩۞۩ஜ
Tampilkan postingan dengan label Aku dan Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku dan Alam. Tampilkan semua postingan

Alam Malang

Anda pecinta alam?? Tentu takkan melewati keindahan alam yang satu ini. Air terjun Coban Rondo bisa dijadikan agenda perjalanan Anda.
Coban Rondo merupakan air terjun yang berada di kawasan wana wisata milik KPH Perum Perhutani Malang dengan ketinggian air terjun sekitar 84 meter. Secara geografis, air terjun ini berada pada ketinggian 1.135 di atas permukaan laut (dpl), dengan suhu rata-rata 22oC. Debit air terjun pada musim penghujan mencapai 150 liter/detik, sedangkan pada musim kemarau hanya 90 liter/detik (www.banyupancoro.wordpress.com).

Air Terjun yang terletak di lereng Gunung Panderman ini pertama kali digunakan sebagai obyek wisata pada tahun 1980. Kata coban sendiri berarti air terjun, sedangkan rondo berarti janda. Jadi Coban Rondo berarti air terjun janda. Penamaan ini berdasar pada kejadian yang pernah terjadi di tempat itu.

Menurut legenda, dahulu kala ada seorang perempuan cantik yang bernama Dewi Anjarwati. Dewi Anjarwati dinikahi oleh Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro. Setelah menikah, keduanya tinggal di kediaman Dewi Anjarwati di Gunung Kawi. Setelah 36 hari (selapan) menikah, Dewi Anjarwati mengajak suaminya untuk berkunjung ke rumah sang mertua di Gunung Anjasmoro. Orang tua Dewi melarang mereka pergi karena mereka baru selapan hari menikah. Tetapi keduanya bersikeras untuk tetap pergi.

Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan Joko Lelono. Melihat kecantikan Dewi Anjarwati Joko Lelono pun jatuh hati pada pandangan pertama. Meskipun tahu bahwa Dewi Anjarwati sudah menjadi istri orang, Joko Lelono tetap nekat berusaha merebut Dewi Anjarwati dari Raden Baron Kusuma. Perkelahian pun tak dapat dihindarkan. Sebelum berkelahi, Raden Baron Kusuma memerintahkan kepada punakawan (pelayan) yang menyertainya untuk menyembunyikan Sang Dewi di sebuah tempat yang ada cobannya (air terjun). Raden Baron Kusuma berpikir, sesudah mengalahkan Joko Lelono, dia akan langsung menyusul istrinya di tempat persembunyian. Namun malang tak dapat dihindarkan. Dalam perkelahian yang sangat sengit itu keduanya tewas.

Dengan meninggalnya Raden Baron Kusuma maka Dewi Anjarwati berganti status menjadi seorang janda atau “rondo”. Sejak itulah orang-orang menyebut tempat persembunyian Dewi Anjarwati itu sebagai Coban Rondo. Batu besar yang terletak di dasar coban itu konon merupakan tempat Dewi Anjarwati duduk menantikan sang suami.

Saat Anda memasuki kawasan wisata ini, Anda akan disambut oleh deretan pohon pinus dan cemara gunung yang berjajar rapi laksana pasukan penyambut tamu kehormatan. Riuh rendah kicauan burung dan kupu-kupu yang berterbangan semakin menambah ceria suasana. Mata Anda juga akan dimanjakan dengan pemandangan bunga warna-warni yang sedang mekar di kiri dan kanan jalan. Melintasi jalan beraspal di sela-sela rimbunnya pepohonan, sambil sesekali menoleh lembah dan ngarai di bawahnya merupakan hal yang sangat menarik. Selain itu, Anda juga bisa bertemu dengan pengunjung lain yang melepaskan lelah sembari menikmati bekal.

Di tepi jalan menuju ke lokasi air terjun, terdapat lahan persemaian berbagai tanaman hutan lindung. Di situ Anda bisa menemukan kebun tanaman obat keluarga (TOGA) yang berisi koleksi ratusan tanaman obat. Jadi, sambil berwisata Anda bisa menambah pengetahuan tentang kesehatan menyangkut manfaat tanaman obat.
(www.wisatamelayu.com)

Lebih lengkap......

Kembali Ke Hutan

Hee..Hee.. Jangan disalahartikan dulu maksudnya.. Maknanya sebenarnya sama dengan "back to nature" cuma pengen tampil beda aja. Bosan kalo judul tulisannya back to nature atau kembali ke alam.
Ugh..segar terasa setelah sekian lama tak mengunjungi hutan (alam). Alam memang indah, menjanjikan kedamaian yang menurutku tak bisa tergantikan. Sempurna menurutku!! Udara yang masih begitu sejuk tanpa tercemar racun-racun yang mematikan, kicauan burung yang merdu membuat suasana refreshing semkin mantap. Jadi ga salah kalau hutan (alam) dijadikan sarana buat merefresh otak setelah menjalani kerja yang tak kenal lelah... Yang lagi punya masalah, cobalah ke hutan. Dinginnya udara bisa mematikan panasnya pikiran yang lagi kalut jadi bisa berpikir jernih dan mengambil keputusan yang terbaik, semoga..

Jauhnya perjalanan yang ditempuh tentu sebanding dengan kedamaian yang bakal didapatkan. Tak ada kebisingan, polusi udara, tak ada panas yang menyengat, yang ada suara-suara penghuni hutan (hewan), burung-burung yang bebas terbang tanpa merasa terganggu. Coba tarik napas Anda dalam-dalam, rasakan kesejukan udara alam yang belum tersentuh tangan-tangan nakal manusia. Anda tentu akan terbuai dengan semua yang ditawarkan alam.
Melihat keindahan seperti ini yang tentunya tak mungkin didapatkan di kota, sungguh sayang kalau dilewatkan begitu saja. Ada banyak hal-hal indah yang ditawarkan; kedamaian, ketenangan, pikiran yang fresh tentunya!!
Jadi, kembalilah ke hutan!!

Lebih lengkap......

Waktu

Spirit

Berita Bola

 

Follow Me

Ed Abdullah